{"id":9454,"date":"2022-04-01T17:16:19","date_gmt":"2022-04-01T10:16:19","guid":{"rendered":"https:\/\/sidewinesia.id\/?p=9454"},"modified":"2022-04-15T15:33:13","modified_gmt":"2022-04-15T08:33:13","slug":"samisade_tugu_utara_cisarua_sulap_jalur_ekstrem_jadi_mulus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/samisade_tugu_utara_cisarua_sulap_jalur_ekstrem_jadi_mulus\/","title":{"rendered":"Samisade Tugu Utara Cisarua, Sulap Jalur Ekstrem Jadi Mulus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Tahun lalu, jalan di Kampung Cisuren, RT 04\/04, Desa Tugu Utara,\u00a0Kecamatan Cisarua\u00a0Kabupaten Bogor masih rusak. Jalan tanah berasalan batu kerikil. Tidak semua kendaraan bisa dilalui. Jalurnya ekstrem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Pun dengan jembatan di sana. Jembatan terbuat dari tumpukan kayu. Tak semua kendaraan bisa melintasinya. Padahal jembatan dan jalan di sana merupakan akses menuju sejumlah tempat wisata lokal. Juga akses para peternak dan petani di Desa Tugu Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Namun di akhir tahun 2021 ini, jalan dan jembatan tak layak di Desa Tugu Utara itu berubah drastis. Itu tidak terlepas dari program satu miliar satu desa (Samisade) yang diluncurkan Bupati Bogor Ade Yasin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Pemerintah Desa Tugu Utara benar-benar memanfaatkan dengan baik program samisade tersebut. Desa tugu Utara tak asal bangun jalan. Mereka memilih pembangun di jalur strategis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Titik pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, juga meningkatkan roda perekonomian serta membuka akses wisata lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Dana samisade dimanfaatkan betul. Untuk pembangunan jembatan, pemerintah Desa tugu Utara menghabiskan anggaran Rp.200.800.000-,(Dua ratus juta delapan ratus ribu rupiah). Lalu untuk membangun jalan, menghabiskan anggaran Rp.799.200.000-,(Tujuh ratus Sembilan puluh Sembilan juta dua ratus ribu rupiah).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">\u201cSatu miliar saya gunakan semua,\u201d ujar Kepala Desa Tugu Utara Asep Ma\u2019mun kepada Radar Bogor Rabu (15\/12\/2021). Asep memaparkan, pemilihan membangun jembatan dan jalan tersebut diperhitungkan secara matang dan bijak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">Jembatan dan Jalan Desa yang terletak di Kampung Cisuren Rt.04\/04 Desa Tugu Utara merupakan jalan penghubung antar wilayah di Desa Tugu Utara ke sejumlah kampung dan tempat wisata. Asep membeberkan, jembatan dan jalan tersebut menghubungkan jalan antar wilayah desa. Khusus untuk akses penanganan kegawatdaruratan warga Kampung Rawa Gede RT 01\/06 dan Kampung Cikoneng Sayur RT 04\/04. Juga, berfungsi sebagai jalan wisata. Dimana sepanjang areal jalan tersebut ada beberapa pengembangan wisata alam lokal yang dikelola oleh kelompok warga masyarakat. Di antaranya Obyek Wisata Alam Curug Batu Gede, K2 CAMP &amp; Fun Offroad,Wisata Alam Gunung Kencana dan Gunung Luhur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt;\">\u201cJuga berfungsi sebagai jalan produksi sehubungan ada banyak warga masyarakat di Kampung Rawa Gede dan Cikoneng sebagai petani dan peternak dengan mempergunakan akses jalan ini untuk mobilisasi hasil pertanian dan ternak,\u201d tukasnya.<\/span><\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.radarbogor.id\/2021\/12\/15\/samisade-tugu-utara-cisarua-sulap-jalur-ekstrem-jadi-mulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">radarbogor.id<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun lalu, jalan di Kampung Cisuren, RT 04\/04, Desa Tugu Utara,\u00a0Kecamatan Cisarua\u00a0Kabupaten Bogor masih rusak. Jalan tanah berasalan batu kerikil. Tidak semua kendaraan bisa dilalui. Jalurnya ekstrem. Pun dengan jembatan di sana. Jembatan terbuat dari tumpukan kayu. Tak semua kendaraan bisa melintasinya. Padahal jembatan dan jalan di sana merupakan akses menuju sejumlah tempat wisata lokal. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":9455,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-9454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tugu-utara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9454"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9454\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidewinesia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}